
SINGOSARI – Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari sukses menggelar ajang kreatif tahunan yang penuh gengsi, Almafest 2026, pada tanggal 12 hingga 13 Mei 2026. Dengan mengusung jargon penuh semangat, “Tumbuh, Berkarya, Menginspirasi,” festival yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 14.00 WIB ini berhasil menyedot perhatian besar dan dihadiri oleh lebih dari 15 sekolah undangan. Selama dua hari pelaksanaan, Almafest menjadi panggung besar sekaligus wadah bagi para siswa untuk untuk gigi, mengekspresikan diri, dan memamerkan bakat terbaik mereka melalui seni pertunjukan serta pameran seni rupa.
Suasana festival terasa sangat hidup karena area sekolah disulap menjadi perpaduan megah antara panggung teater dan galeri seni yang dipenuhi semangat muda. Sebanyak 9 seni pertunjukan drama kreasi siswa kelas 10 dan 11 sukses memukau ratusan pasang mata yang hadir. Pada hari pertama, penonton diajak larut dalam cerita epik dan emosional lewat penampilan Anoman Obong, Sajak Sang Ambisius, Anoman di Alengka, Perjanjian Tanah Jawa, dan Debar Jejak Asmara. Kemeriahan tersebut terus berlanjut ke hari kedua dengan pertunjukan yang tidak kalah seru, mulai dari kisah legendaris Ken Arok & Ken Dedes, Menolak Tidur, Cerita Rakyat Timun Emas, hingga drama kontemporer berjudul Bukan Tentang Tumbal, Tapi Tentang Kita.
Tidak hanya riuh oleh tepuk tangan dari penonton teater, sudut lain dari festival ini juga dipadati pengunjung berkat adanya pameran seni rupa. Sebanyak 84 karya lukis topeng hasil kreativitas tangan-tangan terampil siswa dipajang dengan rapi. Setiap topeng tampil memikat dengan karakter yang unik serta kombinasi warna yang berani, sehingga berhasil menarik perhatian dan mendapat pujian dari para tamu undangan yang hadir.


Kesuksesan acara ini pun menuai apresiasi tinggi dari Ketua Yayasan Pendidikan Almaarif Singosari, KH. Anas Noor, atau yang akrab disapa Gus Anas. Beliau mengaku sangat bangga melihat antusiasme dan kerja keras para siswa dalam menampilkan karya terbaik mereka. Menurut Gus Anas, seni pertunjukan yang dikemas secara modern dan kreatif terbukti ampuh menjadi media positif bagi generasi muda untuk berkembang. Beliau menegaskan bahwa jika dikemas menarik seperti ini, seni pertunjukan akan tetap diminati oleh generasi muda dan menjadi ruang yang sangat positif bagi perkembangan siswa. Gus Anas juga berharap agar Alma Fest terus konsisten menjadi agenda tahunan yang mampu melahirkan generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan menginspirasi masyarakat luas.
Secara keseluruhan, Almafest 2026 berjalan dengan sangat lancar, meriah, dan penuh antusiasme. Acara ini bukan sekadar hiburan pengisi waktu, melainkan ruang apresiasi nyata bagi para siswa untuk mengasah bakat, melatih keberanian, dan menyebarkan virus kreativitas kepada khalayak luas.
Reportase oleh: Aisyatul Masruroh Bahrul (XI-1)
